istilah dalam filologi

ISTILAH-ISTILAH ASING DALAM DUNIA FILOLOGI

Beberapa istilah asing yang perlu diketahui dalam penelitian filologi ialah :

Ablebsie Salah lihat, silap visual Tidak tepat atau salah melihat huruf-huruf atau kata-kata yang hampir sama bentuknya.

Archetipus Naskah yang sama dengan naskah asli Eksemplar yang pertama-tama bercabang.

Autograph Penulis naskah

Autography Naskah yang ditulis oleh pengarang sendiri. Naskah inilah yang disebut naskah asli dan inilah sebaiknya dipakai sebagai dasar penelitian. Tugas filolog pertama-tama mencari naskah ini.

Codex Unicus Naskah tunggal dari suatu tradisi Hanya terdapat satu-satunya naskah mengenai cerita itu.

Colophon Catatan yang terdapat pada akhir teks, biasanya berisi keterangan mengenai tempat, tanggal, dan penyalin naskah.

Conjectura Dugaan, ajukan

Constitutio textus Usaha perbaikan naskah didasarkan atas tekanan yang berlandaskan hasil penelitian ilmiah. Menetapkan teks itu bagaimana seharusnya.

Corruptela Cacat Bagian naskah yang tidak bisa dipakai lagi, tidak bisa dibaca dan tidak tahu lagi artinya.

Crux Buntuan Bagian cerita yang salah atau tidak bisa dipahami dan tidak pula dapat diketahui bagaimana seharusnya.

Dittografie Rangkap tulis Perangkapan huruf, kata atau angka. Beberapa kata ditulis dua kali.

Emendation Pembetulan Perbaikan berdasarkan pemikiran kita sendiri, tidak berdasarkan naskah lain. Hal ini terjadi, kalau hanya terdapat satu-satunya naskah.

Haplographie Langkau tulis Membuang sebuah kata atau lebih, karena kata yang sama atau rangkaian huruf terdapat dua kali berturut-turut.

Haplologie Susut bunyi Dua suku kata, disebut hanya satu suku kata.

Interpolatio Penambahan kata atau bagian kalimat, karena kekeliruan atau disengaja.

Lacunae Kata yang terlampaui atau bagian kalimat yang kosong.

Recensio Pertimbangan, pensahihan. Mencari sebanyak-banyaknya naskah yang berisi cerita yang sama dan diperbandingkan; setelah itu barulah dilakukan pertinbangan naskah-naskah yang ada itu.

Variant Bacaan yang berbeda dari bacaan yang dipandang mula. Perbedaan yang terdapat pada dua naskah atau lebih dan tidak bisa diketahui bagaimana seharusnya.

Hapax Kekhasan bacaan hanya pada satu tempat saja.

Transmisi teks Proses penurunan (transmision) sebuah teks. Proses penurunan (transmision) sebuah teks dapat dibedakan ke dalam dua cara: (a) Transmisi teks melalui penyalinan; (b) Transmisi teks melalui penyaduran. Transmisi teks melalui penyalinan dalam arti teks sebuah naskah diturunkan ke dalam naskah lainnya dengan cara penulisan kembali teks tanpa merubah bahasa, aksara, dan bentuk teks yang digunakan dalam naskah sebelumnya. Transmisi teks melalui penyaduran dalam arti teks sebuah naskah diturunkan ke dalam naskah lainnya dengan cara penggubahan kembali teks ke dalam bahasa, aksara, dan atau bentuk teks yang berbeda dari naskah sebelumnya.

Sumber Rujukan

1. http://www.istayn.files.wordpress.com

2. http://bujanggamanik.blogsome.com

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s