TEORI FILOLOGI

TEORI FILOLOGI

A. TEORI KLASIK (Arketip)

Arketip adalah nenek moyang nakah-naskah yang tersimpan. Dapat dipandang sebagai pembagi persekutuan terbesar dari sumber-sumber terimpan. Arketip membawahi naskah-naskah setradisi.

Hiparketip adalah kepala keluarga naskah-naskah dan membawahi naskah-naskah seversi.Arketip kadang-kadang diberi nama dengan huruf-huruf yunani omega dan hiparketip dinamakan alpha, beta, gamma.

Contoh metode stema yang sederhana tampak pada bagan

Autograf (teks asli yang ditulis oleh pengarang).

Arketip (Omega)

Hiperketip (Alpha) Hiperketip (Beta)

X Y

A B C D

Penjelasan menggambarkan garis keturunan dari atas ke bawah, dari nenek moyang naskah kepada keturunannya.

Bagan tersebut dapat dibalik apabila kita ingin menggambarkan prosedur penanganan naskah dari sejumlah naskah melalui pengelompokan dan perbandingan sampai kepada arketip tersebut.

A B C D

X Y

Arketip

Sudah barang tentu metode skema hanya diterapkan apabila nteks disalin satu demi satu dari atas kebawah penurunan seperti ini disebut vertical (tradisi tertutup). Sedangkan secara horizontal antara beberapa naskah atau terjadi pembauran antara beberapa tradisi naskah, yang disebut kontaminasi

Metode stema tidak bebas dari berbagai masalah dan keberatan sebagai contoh disebutkan beberapa diantaranya sebagai berikut :

  1. metode ini pada dasarnya berdasarkan pilihan antara bacaan yang benar dan yang salah, dalam prakteknya sulit menentukan pilihan itu
  2. pilihan antara dua hiperketip sering juga tidak mungkin karena keduanya dianggap baik
  3. dua anggota dari satu hiperketip mungkin mewakili dialek atau tahap bahasa yang berbeda sehingga penyunting menghadapi pilihan antara stema dan homogenitas dialek atau tahap bahasa
  4. masalah kontamionasi atau pembauran dua tradisi akibat tradisi terbuka
  5. teks asli juga sering dipersoalkan: mungkin tidak pernah ada satu versi asli karena dari permulaan tidak ada variasi teks
  6. hubungan antara tradisi lisan dan tradisi naskah tulisan tangan di Indonesia perlu diperhatikan, mana yang lebih asli dan otentik karena ada interaksi yang kuat antara keduanya

  1. TEORI MODERN ( Transmisi teks)

Transmisi teks yaitu Proses penurunan (transmision) sebuah teks dapat dibedakan ke dalam dua cara:

1. Transmisi teks melalui penyalinan;

Transmisi teks melalui penyalinan dalam arti teks sebuah naskah diturunkan ke dalam naskah lainnya dengan cara penulisan kembali teks tanpa merubah bahasa, aksara, dan bentuk teks yang digunakan dalam naskah sebelumnya

2. Transmisi teks melalui penyaduran.

Transmisi teks melalui penyaduran dalam arti teks sebuah naskah diturunkan ke dalam naskah lainnya dengan cara penggubahan kembali teks ke dalam bahasa, aksara, dan atau bentuk teks yang berbeda dari naskah sebelumnya.

Ada beberapa kemungkinan yang terjadi dalam aktivitas penyalinan sebuah naskah:

1. Penyalin menyalin naskah dengan memperhatikan secara seksama tiap bentuk aksara dalam naskah yang disalinnya. Hal ini dimungkinkan karena, antara lain:

a) Penyalin tidak tahu akan aksara dan/atau bahasa dalam naskah yang disalinnya;

b) Penyalin tahu akan aksara dan/atau bahasa dalam naskah yang disalinnya, tetapi tetap menyalin dengan memperhatikan secara seksama tiap bentuk aksara dalam naskah yang disalinnya demi menjaga kesamaan bentuk aksara yang digunakan.

2. Penyalin menyalin naskah sudah tidak lagi memperhatikan secara seksama tiap bentuk aksara dalam naskah yang disalinnya, tetapi penyalin langsung menyalin naskah dengan memperhatikan tiap kata per kata. Hal ini dimungkinkan karena penyalin tahu akan aksara dan/atau bahasa dalam naskah yang disalinnya. Aktivitas penyalinan seperti ini akan menghasilkan naskah salinan berupa:

a) naskah salinan dengan aksara dan bahasa yang sama,

b) naskah salinan dengan aksara yang berbeda tetapi dengan bahasa yang masih sama. Lebih lanjut bisa dikatakan bahwa aktivitas penyalinan yang menghasilkan naskah salinan dengan aksara yang berbeda tetapi dengan bahasa yang masih sama seperti dalam point (2b) di atas itu sudah termasuk ke dalam transmisi teks melalui penyaduran bukan lagi transmisi teks melalui penyalinan.

DAFTAR PUSTAKA

Lubis, Nabilah.2001 Naskah,teks dan metode penelitian filologi.kurikulum kajian bahasa san sastra arab.

Baried, Siti baroroh, Dkk.1985 . Pengantar Teori Filologi, Jakarta

http://rezaantonius.multiply.com/journal/item/46

About these ads

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.